'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
SEHAT DAN CERIA DI USIA LANJUT
03 Juni 2017 21:46 WIB | dibaca 692

Kediri – 01/06/2017 – Dalam menghadapi masa tua ada perbedaan menyikapinya dari masing-masing individu. Pemahaman tentang kegiatan yang dapat dilakukan di masa tua, sedikit banyak juga mempengaruhi dalam pengambilan sikap tersebut. Di masa tua, harusnya hanya bersantai-santai saja, hanya boleh melakukan kegiatan ringan. Duduk-duduk di rumah, menunggu anak cucunya pulang dari bekerja atau sekolah. Namun ada pula yang beranggapan bahwa masa tua harus tetap energik selagi masih punya tenaga dan kemampuan yang kuat.

Ternyata anggapan yang terakhir itulah yang lebih banyak dipahami oleh para lansia di Desa Susuhbango. Karena mereka sangatlah antuasias menunggu jadwal buka Posyandu Lansia ‘Aisyiyah Sakinah dalam setiap bulan. Hingga ketika bulan ini, apabila sesuai jadwal akan dibuka pada hari Kamis tanggal 11 Mei 2017, namun karena hari itu adalah tanggal merah, sehingga jadwal buka harus diundur Kamis depan tanggal 18 Mei 2017. Perubahan jadwal ini sedikit membuat mereka kecewa. Namun akhirnya mereka juga menyadari apabila hari itu hari libur, sehingga tenaga paramedis dari Puskesmas Sambi juga tidak masuk kerja.

Antusias mereka sangatlah tinggi, hingga ketika jadwal buka posyandu, mereka berduyun-duyun mendatangi lokasi posyandu sejak pukul 07.00 WIB. Karena hari itu ada jadwal untuk kegiatan senam anti stroke yang akan dimulai pukul 08.00 WIB, satu jam lebih awal dari jam buka yang biasanya. Sebagian besar dari para lansia, merasa penasaran untuk mengikuti senam anti stroke ini, karena selama ini belum pernah tahu.

Alunan musik lembut mengiringi sekitar 50 orang yang mengikuti gerakan senam anti stroke pagi itu dengan dipandu oleh Ibu Inne Nuryati, Instruktur Radhin Aerobic, yang juga anggota ‘Aisyiyah Ranting Susuhbango. Selama 15 menit kegiatan senam ini berlangsung mulai dari gerakan pemanasan, inti hingga pendinginan diikuti dengan antuasias oleh peserta posyandu.

Guna melengkapi penempaan kesehatan mental di usia lanjut, maka usai senam fisik diberikan siraman rohani oleh Bapak Badjuri, anggota PCM Ringinrejo. Beliau memberikan arahan tentang cara memanfaatkan umur panjang hingga melampaui setengah abad lebih yang diberikan Allah SWT. Terkadang orang akan melupakan karunia ini, hingga terus larut dalam keduniaan. Terlalu sibuk untuk mengumpulkan harta dengan alasan untuk mencukupi ekonomi keluarga. Kesadaran akan menghampirinya di saat berbagai penyakit telah meradang dalam tubuhnya, sehingga hilanglah sudah kesempatan emas untuk beribadah kepada Allah SWT dengan raga yang mulai rapuh. Maka dengan umur panjang ini kita hendaknya segera melakukan instrospeksi diri, merenungi kesalahan dan segera melakukan taubat kepada Allah SWT. Berbagai penderitaan, kekurangan, kelemahan yang kita alami di masa tua, kita pahami sebagai sebuah langkah pensucian diri karena kesalahan yang telah kita lakukan di masa lalu. “Bersabarlah dalam menghadapi segala kelemahan dan kesakitan di masa tua, Insya Alloh akan berbuah manis bagi hati kita. Manis tanpa efek samping. Karena manis ini dikaruniakan Allah SWT hanya untuk orang-orang yang bersabar, langsung tertanam dalam hati,” ujar P Badjuri mengakhiri tauziahnya yang disambut dengan senyum kelegaan dari para peserta posyandu.

Usai siaraman rohani, kegiatan berlanjut dengan pemeriksaan kesehatan mulai dari pemeriksaan IMT (Indeks Masa Tubuh), pengukuran tekanan darah hingga penyuluhan kesehatan dan pemberian obat dan vitamin di bawah pengawasan langsung dari Ibu Umi Chotijah, tenaga paramedis Puskesmas Sambi. Kegiatan ini berlangsung agak lama karena dilakukan secara bergiliran dari 70 orang yang datang hari itu. Lamanya waktu pemeriksaan, dimanfaatkan oleh para peserta untuk bercengkerama dengan ceria. Karena dalam usia senja ini mereka jarang bertemu dalam sebuah kegiatan. Dulu sewaktu masih muda, mereka hampir setiap hari bertemu, melakukan kegiatan bersama, menanam padi, memanen sayuran atau bertemu dalam kegiatan desa. Kegiatan posyandu ini merupakan ajang reuni, walau hanya beberapa jam saja, cukup membuat jiwa sosial mereka lebih sehat. Keinginan untuk bertemu kembali di bulan mendatang, minimal dapat mendorong para lansia untuk menjaga, mempertahankan dan bahkan meningkatkan kesehatannya di waktu kesehariannya di rumah. (nuwi)

Shared Post: