'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
LUNCURKAN KALENG FILANTROPIS KE DAPUR IBU-IBU ‘AISYIYAH
30 Juli 2019 21:57 WIB | dibaca 419

Bu Him, Ketua MKS PDA Kabupaten Kediri menguraikan tentang kaleng filantropis

Mulhimmah, Ketua MKS PDA Kabupten Kediri saat menjelaskan kegunaan kaleng filantropis (Nuwi/'Aisyiyah.Kab.Kediri)

Kediri – 30/07/2019 – Hal yang besar biasanya diawali dari hal yang kecil, asalkan ada kesungguhan dan komitmen yang tinggi, In Syaa Alloh akan terwujud. Ungkapan ini disampaikan Mulhimmah, Ketua MKS PDA Kabupaten Kediri, saat meluncurkan kaleng filantropis kepada anggota ‘Aisyiyah bersamaan agenda pertemuan rutin PCA-PDA di TK ABA Papar. (Ahad, 28/07/2019). Peluncuran perdana ini sejumlah 100 kaleng yang akan disebarkan ke 22 cabang.

“Bersedekah tidak harus menunggu kaya, kita coba memulai dengan mengumpulkan uang receh sisa belanja dapur ke dalam kaleng filantropis ini, “tambahnya.

Menurut Bu Him, panggilan akrabnya, secara matematis, bila dalam sehari satu rumah minimal dapat memasukkan uang  dua ribu rupiah, rentang satu bulan terkumpul kisaran Rp. 60.000,00. Terbayangkan, dalam satu lingkungan atau satu desa, bisa saja terkumpul ratusan ribu bahkan mungkin juga mencapai jutaan rupiah.

Guna memudahkan teknis pengumpulannya, mekanisme yang disarankan oleh Hj. Etik Husnatul Mar’ati, Wakil Ketua PDA Kabupaten Kediri, perolehan uang dalam kaleng dikumpulkan dan disetorkan ke Tim MKS PDA Kabupaten Kediri oleh masing-masing cabang setiap sebulan sekali, bersamaan dengan agenda pertemuan rutin PCA-PDA. Selanjutnya MKS PDA bekerja sama dengan Lazismu Kabupaten Kediri untuk penyalurannya kepada pihak-pihak yang membutuhkan.

Teknis ini disambut positif oleh anggota ‘Aisyiyah yang hadir saat itu. Namun karena keterbatasan kaleng, maka diharapkan oleh Hj. Kristin, Ketua PDA, pengumpulan uang ini tetap berjalan walau dengan wadah seadanya. “Tujuan utama kita adalah melatih diri pribadi dan keluarga untuk berbagi dan meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama, maka jangan terpancang pada kalengnya, tapi lebih utama adalah isinya,” jelas Hj. Kristin. Kalau tidak ada uang receh, uang kertas pun juga boleh, tambahnya, yang disambut dengan senyum dan ucapan “In Syaa Alloh” dari anggota ‘Aisyiyah yang hadir. (Nuwi/'Aisyiyah.Kab.Kediri)

Shared Post: