'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
KUNJUNGAN SILATURAHMI PDA KABUPATEN KEDIRI KE DPRD KABUPATEN KEDIRI
06 September 2016 10:29 WIB | dibaca 759

Kediri – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Kediri mengunjungi DPRD Kabupaten Kediri di kantornya, Jalan Soekarno-Hatta 1 Kediri dalam rangka silaturahmi kemarin (Senin, 05/09/2016). Ketua PDA Kab Kediri, Ibu Hj. Kristin Muslimah beserta jajarannya disambut hangat oleh Ketua DPRD Kab Kediri, Bapak H. Sulkani di ruangan kerjanya yang didampingi Wakil Ketua, Bapak Iskak, S.Ag dan jajaran sekretariat DPRD.

Bapak H. Sulkani menyatakan bahwa beliau merasa berterimakasih atas kunjungan ini dan berharap jalinan silaturahmi ini berdampak bagi masyarakat khususnya warga ‘Aisyiyah di Kabupaten Kediri untuk turut membantu pemerintah daerah dalam menjaga persatuan dan kesatuan umat dengan kekuatan iman dan taqwa melalui komunikasi yang baik. DPRD beserta jajarannya berupaya untuk selalu membuka pintu komunikasi dengan masyarakat sesuai kemampuan dan kewenangannya dalam Pemerintah Daerah.

Kunjungan ini dimaksudkan untuk menyampaikan program umum dan bidang garapan PDA Kab Kediri kepada salah satu pemangku stakeholder di pemerintahan Kabupaten Kediri sehingga pada akhirmya diharapkan dapat menjalin kemitraan yang strategis, harmonis, setara dan sesuai dengan prinsip organisasi ‘Aisyiyah. Mengingat sebagian program yang telah dicanangkan PDA Kab Kediri dalam Musyda ke-5 yang lalu berisikan kegiatan yang lintas sektoral sehingga membutuhkan kerjasama dengan dinas-dinas yang ada dalam naungan pemerintahan daerah. Dalam kunjungan tersebut, Ibu Hj. Kristin menyampaikan secara global rancangan program yang telah dilaksanakan maupun yang akan dilaksanakan oleh PDA Kab Kediri. Diantara banyak program yang disampaikan, beliau menegaskan beberapa program unggulan diantaranya adalah :

1.   Majelis Tabligh

Ø  Mengadakan penguatan pembinaan aqidah, akhlak, ibadah dan mu’amalah duniawiyah berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi melalui pengajian rutin di setiap jenjang baik di tingkat daerah, cabang maupun ranting.

Ø  Membentuk Corps Muballighat ‘Aisyiyah di tingkat daerah dan cabang guna meningkatkan kualitas mubalighat.

2.   Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah

Ø  Menerapkan sistem pendidikan dengan pembentukan karakter manusia melalui lembaga pendidikan yang telah dimiliki oleh PDA Kab Kediri yang terdiri dari :

1.      Kelompok Bermain dan PAUD sejumlah 20 lembaga

2.     TK sejumlah 34 lembaga

3.     SD sejumlah 1 lembaga

3.   Majelis Ekonomi

Ø  Menumbuhkan semangat kewirausahaan melalui penguatan dan pengembangan UMKM perempuan berupa produksi kue basah dan kering, usaha katering dan kerajinan.

Ø  Melakukan pendampingan terhadap lembaga keuangan mikro yang ada di 18 kelompok yang berupa Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS).

4.   Majelis Kesehatan

Ø  Melalui program TB Care berupaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengendalian dan pencegahan penyakit TB.

Ø  Melakukan sosialisasi tentang pengendalian dan pencegahan penyakit HIV-AIDS.

3.   Majelis Kesejahteraan Sosial

Ø  Meningkatkan pelayanan dan penyantunan masyarakat dhuafa melalui Panti Asuhan ‘Aisyiyah dan Rumah Shodaqoh

4.   Majelis Kader

Ø  Meningkatkan kualitas kader yang berintegritas, berkomitmen, militansi, ghirah, solid dan profesional melalui kajian dalam Baitul Arqam.

5.   Majelis Hukum dan HAM

Ø  Bekerjasama dengan BNN melakukan sosialisasi bahaya narkoba bagi bangsa dan negara.

Ø  Meningkatkan pemahaman dan penyadaran hukum terhadap peraturan perudang-undangan khususnya tentang Perlindungan Anak dan Perempuan.

6.   Lembaga Kebudayaan

Ø  Mengimplementasikan tuntunan dakwah kultural sebagai sarana bentuk pemahaman nilai-nilai budaya Islami di masyarakat agar terbangun kesadaran dan perilaku yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat.

Dari sekian banyak program yang disampaikan, beliau lebih menegaskan kembali tentang kegiatan upaya penanggulangan penyakit TB, di mana menurut data yang ada bahwa penderita TB di Kabupaten Kediri semakin meningkat dari tahun ke tahun, hingga pada pertengahan tahun ini telah terdeteksi ada 108 pasien TB di 7 (tujuh) kecamatan yang menjadi wilayah garapan Tim Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah Kabupaten Kediri.

Untuk lebih menegaskan pentingnya penanganan TB lebih lanjut, maka disampaikan pula bagaimana gencarnya kegiatan ‘Aisyiyah dalam Community TB-HIV Care oleh Wakil Ketua PDA Kab Kediri sekaligus Koordinator Majelis Kesehatan, Ibu Hj. Eri Nurrokhim, S.P.,M.Kes. Bahwa sejak tahun 2014 PDA Kab Kediri telah menjadi mitra kerjasama Global Fund (lembaga keuangan internasional) dan hingga saat ini dengan jumlah kader TB sebanyak 71 orang. Dalam kurun waktu itu, kita telah melakukan banyak kegiatan dan membangun komunikasi serta kesepakatan dengan aparat stakeholder, seperti Dinas Kesehatan dan RSUD Pare sebagai RS DOTs Mitra. Kerjasama yang dilakukan meliputi berbagai elemen yang terkait dengan penanganan TB, mulai dari sosialisasi, perekrutan kader, pelatihan untuk kader TB, PMO, TOMA dan TOGA hingga pelaksanaan kegiatan di lapangan. Selain itu juga telah melakukan kerjasama dengan pihak UMM untuk melakukan Analisa Situasi TB di daerah Kab Kediri. Dengan rangkaian kegiatan tersebut didapati bahwa ternyata masih banyak suspect yang belum tersentuh oleh para kader TB, hal ini dikarenakan kesadaran masyarakat dan para stakeholder belumlah maksimal untuk memahami akan bahayanya penularan penyakit TB ini.

Oleh karena itu, kunjungan silaturahmi ini juga dimaksudkan untuk kegiatan advokasi dalam mendorong munculnya peran stakeholder daerah dalam penanggulangan TB agar dapat melahirkan kebijakan –kebijakan yang berpihak pada upaya pemberantasan TB di daerah. Dalam kesempatan ini juga disertakan hasil analisa situasi dan policy paper tentang kondisi TB di daerah Kabupaten Kediri sebagai bahan pertimbangan DPRD sebagai salah satu pengambil kebijakan di pemerintahan daerah.

 

 

Saat itu, Ketua DPRD menanggapi hasil presentasi PDA Kab Kediri dengan dukungan penuh sesuai kemampuan dan kewenangannya, namun diharapkan dari PDA Kab Kediri untuk melakukan advokasi juga ke pihak eksekutif, sehingga diharapkan dalam forum pembahasan di pemerintahan daerah akan sinkron antara legislatif dan eksekutif. Dengan situasi yang demikian, akan ada harapan besar untuk melahirkan kebijakan pemerintah daerah baik berupa Peraturan Daerah maupun peningkatan anggaran guna penanggulangan penyakit TB-HIV ini. (nuwi)

          

Shared Post: