'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
KEMITRAAN ‘AISYIYAH DALAM KAMPANYE DAN INTRODUKSI IMUNISASI MEASLES DAN RUBELLA
24 Mei 2017 21:38 WIB | dibaca 517

Kediri – 24/05/2017 – Berdasarkan data surveilans, kasus penyakit campak (measles) dan rubella di Indonesia masih cukup tinggi. Pada tahun 2011 tercatat untuk kasus measles sebanyak 11.704 kasus sedangkan kasus rubella terdapat lebih dari 400 kasus, bahkan setiap tahunnya juga tercatat bayi lahir dalam kondisi cacat konginental akibat infeksi rubella.

Namun kondisi ini belum begitu mendapat kepedulian masyarakat untuk menanganinya lebih serius, karena penyakit ini termasuk dalam kategori penyakit yang dapat sembuh sendiri (self limiting diseases). Sementara ini, masyarakat beranggapan bahwa anak-anak yang terkena penyakit ini adalah hal yang wajar dan biasa. Di samping itu, gejala yang ditimbulkan juga sangat umum, seperti demam yang diiringi ruam pada kulit tubuh. Kekhawatiran baru akan muncul bila terjangkitnya penyakit ini diiringi dengan adanya komplikasi atau menghinggapi ibu hamil pada trimester pertama. Efek yang menyertainya sangatlah membahayakan, bisa menyebabkan cacat bawaan atau bahkan kematian.

Guna mengantisipasi merebaknya kasus measles dan rubella, maka pemerintah mencanangkan Kampanye Imunisasi Campak dan Rubella pada anak usia 9 bulan hingga < 15 tahun. Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam dua fase yaitu fase I pada bulan Agustus - September 2017 di seluruh Pulau Jawa dan fase II pada bulan Agustus -September 2018 di seluruh Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Kegiatan ini merupakan program nasional, dalam artian menyeluruh di wilayah Indonesia, seluruh sasaran wajib mengikuti tanpa memerlukan individual informed consent (lembar persetujuan individu).

Pelaksanaan program ini tentunya akan lebih banyak melibatkan banyak pihak dalam lintas sektor. Oleh karena itu, pemerintah menggandeng beberapa mitra, termasuk di dalamnya adalah organisasi masyarakat seperti ‘Aisyiyah, Muslimat NU dan Tim Penggerak PKK. Sebagai pembekalannya, pada tanggal 22 – 24 Mei 2017 diadakan kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Pelaksanaan Kampanye dan Introduksi Imunisasi Measles Rubella bagi Mitra Tingkat Provinsi bagi ketiga ormas tersebut yang bertempat di Hotel Java Paragon, Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Ketua ‘Aisyiyah, Muslimat NU dan TP PKK tingkat kabupaten/kota se Jawa Timur dan beberapa mitra terkait setingkat provinsi di Jawa Timur. Acara dibuka oleh oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Bapak DR.dr. Kohar Hari Santoso. Sp.An.KIC.KAP. Sedangkan narasumber berasal dari Kemenkes RI, PP ‘Aisyiyah, PP Muslimat, MUI dan WHO.

Serangkaian materi yang disampaikan selama 3 (tiga) hari tersebut mengupas tuntas tentang seputar penyakit Measles dan Rubella beserta landasan kebijakan pelaksanaan kegiatan kampanye berdasarkan hukum kenegaraan dan hukum agama Islam. Dengan kelengkapan materi tersebut, diharapkan akan ada solusi pendekatan secara efektif dan efisien dari masing-masing mitra kepada kelompok masyarakat sasaran. Mitra dapat bertindak sebagai motivator, fasilitator, komunikator dan dimungkinkan juga sebagai mobilisator. Dengan keterlibatan mitra secara totalitas terhadap kegiatan ini akan banyak memberikan sumbangan yang besar dalam perolehan hasil akhirnya. 

 

Totalitas ‘Aisyiyah sebagai mitra dalam kegiatan ini senada dengan program bidang kesehatan yang telah ditetapkan dalam Muktamar ke-47 yaitu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengendalian dan pencegahan penyakit menular dan penyakit tidak menular, dan pencegahan penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi. Hal ini juga diperkuat dengan adanya pemahaman yang berlandaskan teologis yaitu Al Qur’an Surat An-Nahl ayat 97, Ali Imran ayat 112, dan Al-Maidah ayat 32, serta sabda Rasulullah SAW :

خير الناس أنفعهم للناس

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain" (H.R. Baihaqi).

Dengan berpegang pada landasan yang kuat, diharapkan kader ‘Aisyiyah dapat menjalankan program kemitraan ini dengan baik di setiap tingkatan.

Adapun batasan kemitraan yang dapat ditawarkan ‘Aisyiyah adalah sebagai berikut :

  1. Majelis Kesehatan ‘Aisyiyah melaksanakan pembentukan tim secara profesional dan transparan di masing-masing tingkatan kepemimpinan sesuai dengan ketentuan serta mekanisme kerjasama ‘Aisyiyah.
  2. Tim Majelis Kesehatan menjalankan program sesuai dg pedoman kemitraan pengelolaan imunisasi, memberikan sebagian haknya kepada organisasi (menurut aturan yg disepakati) dan mempertanggungjawabkan pekerjaannya kepada organisasi ‘Aisyiyah pemilik program secara shiddiq, amanat, tabligh,  fathanah.
  3. Pemilik program berkewajiban melakukan monitoring dan evaluasi  atas pelaksanaan program,  mengambil kebijakan/keputusan untuk kepentingan/kemaslahatan program.

Dengan batasan ini, dimaksudkan bahwa kemitraan ini akan tetap berada di bawah koordinasi Dinas Kesehatan di semua tingkatan wilayah melalui jejaring kerja sesuai pembagian tugas masing-masing sesuai tujuan akhir program yaitu upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus measles dan rubella di Indonesia. (nuwi)

Shared Post: