'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
EVALUASI DAN PENGUATAN PROGRAM DALAM TURBA MEK PWA JAWA TIMUR
27 Februari 2017 22:20 WIB | dibaca 795

Kediri – 26/02/2017 - Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Kediri memasuki perjalanannya di tahun ketiga periode ke-5 dengan dinamika kehidupan organisasi yang beragam dan penuh tantangan. Berbagai upaya dakwah di bidang pemberdayaan ekonomi terus dilakukan sebagai perwujudan visi dan misi pergerakan menuju Islam yang sebenar-benarnya. Selama kurun waktu dua tahun ini, segenap pengurus MEK PDA Kabupaten Kediri telah berusaha seoptimal mungkin untuk menjalankan amanah yang diberikan, sekaligus menyambung mata rantai pergerakan ‘Aisyiyah agar memperoleh kemajuan yang berarti seiring dengan banyaknya kendala yang dihadapi. Namun tetap semangat untuk melakukan perbaikan diri ke arah yang lebih baik. Semakin menambah semangat saat terdengar akan adanya kunjungan atau turba tim MEK PWA Jawa Timur ke Kabupaten Kediri. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh segenap pimpinan MEK PDA Kabupaten Kediri untuk menimba ilmu, mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi selama menjalankan program mulai dari ranting hingga ke daerah.

 

Turba MEK PWA Jawa Timur digelar di Hotel Merdeka, Kota Kediri pada tanggal 25 Februari 2017 bersamaan dengan kegiatan Pelatihan Kewirausahaan dengan peserta dari Ketua PCA, MEK PCA dan para pengusaha anggota Koperasi Syariah ‘Aisyiyah se Kabupaten Kediri dengan total jumlah kehadiran sebanyak 70 orang. Dalam acara ini, tim dari MEK PWA Jawa Timur terdiri dari 3 orang, yaitu Ibu Sumiati, S.Ag (Wakil Ketua IV PWA Jawa Timur), Ibu Dra. Ec. Tatik Lutfiati, ST (Ketua MEK PWA Jawa Timur) dan Ibu Nur ‘Aini, S.Pd (Sekretaris Puskop BUEKA As Sakinah Jawa Timur). Acara dibuka oleh Ketua PDA Kabupaten Kediri, Ibu Hj. Kristin Muslimah tepat pada pukul 09.30 WIB yang didahului dengan sambutan pengarahan yang intinya adalah bahwa dengan bertemunya berbagai unsur pokok pelaku ekonomi yang tergabung dalam naungan program MEK PDA Kabupaten Kediri dengan para pakar ekonomi dari PWA saat turba ini diharapkan dapat memberikan pencerahan yang berarti guna mengoptimalkan output program yang telah ditetapkan. Selain acara turba MEK PWA, juga akan digelar Pelatihan Kewirausahaan dengan tujuan untuk membuka wacana baru, taktik memulai usaha, belajar menjadi seorang pengusaha, sehingga kaum wanita bisa memiliki usaha sendiri, tidak harus selalu bergantung pada suami, tidak “mbok nang” (tuku lombok njaluk wong lanang = beli cabe minta kepada suami). Anggota ‘Aisyiyah bukan hanya berorganisasi, namun juga dapat memiliki usaha ekonomi guna mendukung perekonomian keluarga sesuai dengan aturan keIslaman sebagai wujud ‘Aisyiyah yang berkemajuan.

Senada dengan harapan tersebut, Ibu Sumiati juga memberikan pengarahan,dorongan dan motivasi kepada peserta pelatihan untuk selalu meyakini atas segala usaha ekonomi yang sudah dan yang akan dilakukan. Selalu bisa menciptakan kreatifitas usaha dengan memanfaatkan peluang lokal yang ada. Seperti, dengan adanya lokasi wisata Gunung Kelud, haruslah dipandang sebagai sebuah aset, sebagai area strategis pengembangan usaha ekonomi, bukan sebagai penghalang dengan alasan daerah teritorial yang bermedan sulit.  Dalam hal pemasaran dan promosi, gunakan media yang ada seperti FK2S (Forum Komunikasi Koperasi Syariah), Majalah Walida, SIA (Sistem Informasi ‘Aisyiyah), Facebook, dan media sosial lainnya. Sedangkan dalam hal pengadaan atau peningkatan modal, hendaknya bisa membangun kepercayaan dengan anggota kelompok melalui pengelolaan yang profesional, dengan salah satu alternatif dengan sistem tanggung renteng. Sedangkan untuk penguatan organisasi ‘Aisyiyah, hendaknya bisa melakukan sinergitas dengan majelis lain, terkait adanya temuan-temuan di lapangan saat pertemuan koperasi. Pertemuan koperasi bukan hanya kegiatan simpan pinjam saja, tapi juga perlu diadakan pengajian (sinergi dengan Majelis Tabligh), kegiatan sosial (sinerge dengan MKS), pendampingan/ advokasi hukum ketenagakerjaan (sinergi dengan MHH), pemberantasan buta huruf (sinergi dengan Majelis Dikdasmen) dan lain-lain. Dengan demikian ‘Aisyiyah akan benar-benar menjadi sebuah organisasi sosial keagamaan yang berkemajuan.

Sedangkan misi penguatan program MEK daerah, disampaikan oleh Ibu Tatik Lutfiati, yang menguraikan tentang informasi berbagai program MEK yang mendukung terwujudnya ‘Aisyiyah  yang berkemajuan melalui Gerakan Jihad Ekonomi, terangkum dalam 4 devisi, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Devisi Kewirausahaan bisa melakukan pendataan UKM/ wirausahawan baik dari ‘Aisyiyah maupun simpatisan untuk bergabung dalam kelompok BUEKA dengan menciptakan kerjasama secara kolaborasi untuk saling mendukung usaha mereka. Selain itu, juga dilakukan pembinaan untuk menggugah kreatifitas guna menangkap peluang lokal yang ada. Diharapkan setelah kegiatan ini akan muncul beberapa kelompok BUEKA di Kabupaten Kediri.
  2. Devisi LKM dan Koperasi sebagai lembaga penguatan modal usaha, di mana di Kabupaten Kediri telah terbentuk 18 Kopsyah ‘Aisyiyah dan 1 Koperasi BUEKA As Sakinah. Sedangkan di Wilayah Jawa Timur telah berdiri Puskop BUEKA As Sakinah dengan anggota sebanyak 48 koperasi primer.
  3. Devisi Ketenagakerjaan dengan melakukan pendampingan terhadap para TKI dalam masalah ketidaklayakan sistem ketenagakerjaan yang menimpanya dengan prosedur regulasi hukum yang berlaku di daerah. Sedangkan untuk Kabupaten Kediri, telah diprogramkan oleh MEK PWA untuk melakukan Pelatihan Kewirausahaan dan Pendampingan terhadap TKI Purna jejaring dengan pihak Depnaker, yang direncanakan pelaksanaannya pada bulan Agustus, dengan sasaran sementara dari Cabang Mojo, namun tidak menutup kemungkinan dari cabang lain juga bisa bergabung.
  4. Devisi Ketahanan Pangan dengan mencanangkan program Gerakan Kampung Hijau ‘Aisyiyah melalui pemanfaatan lahan kosong dengan penanaman tanaman pangan yang produktif, sekaligus diharapkan dapat mengubah mindset kita atas ketergantungan pada satu bahan makanan pokok. Dalam akhir paparannya, beliau menegaskan kepada para peserta untuk segera melakukan RTL di ranting, cabang maupun daerah, dengan penetapan lokasi percontohan dan diikuti oleh cabang dan ranting yang lain.

Misi penguatan program perkoperasian dipaparkan oleh Ibu Nur ‘Aini, dengan inti paparannya adalah bahwa koperasi syariah di ranting merupakan koperasi primer yang diharapkan dapat menguatkan perekonomian anggotanya di bawah komando MEK Daerah, Cabang maupun Ranting. Dalam melaksanakan misinya, kopsyah tidak dapat berjalan sendiri, maka disarankan untuk membentuk jejaring dalam Forum Komunikasi Koperasi Syariah (FK2S) ‘Aisyiyah Daerah dan bisa juga masuk dalam keanggotaan Puskop BUEKA As Sakinah Wilayah Jawa Timur untuk peningkatan kapasitas usaha dan permodalan koperasi syariah. Untuk Kabupaten Kediri, telah terbentuk FK2S dengan anggota sebanyak 18 kopsyah yang telah pula menetapkan target kegiatan di tahun ini dengan peningkatan menejemen operasional kopsyah secara rutin di hari Rabu pekan kedua jam 14.00 WIB yang berlokasi tetap di gedung PAUD As Salam Gurah.

Antusiasme peserta terlihat saat dibuka session tanya jawab sebelum kegiatan turba diakhiri ada beberapa peserta yang ingin bertanya, namun karena waktunya telah menunjukkan pukul 12.30 WIB maka diberikan kesempatan kepada 2 penanya. Pertanyaan disampaikan oleh Ibu Rosyida dari PCA Grogol yang menanyakan tentang perbedaan koperasi konvensional dan kopsyah, sedangkan penanya kedua adalah Ibu Novena Putri dari Kopsyah Al Khoirot, Ngadiluwih yang menanyakan tentang syarat menjadi anggota Puskop dan keuntungan yang diperoleh.

Menanggapi pertanyaan yang pertama, bahwa secara global, perbedaan yang signifikan antara keduanya adalah masalah sistem pembiayaan, di mana kopsyah menggunakan sistem bagi hasil (mudhorobah) sesuai tuntunan Islam sedangkan koperasi konvensional menggunakan sistem bunga.

Menanggapi pertanyaan kedua, bahwa syarat menjadi anggota Puskop, diantaranya adalah mengisi formulir keanggotaan, menyerahkan AD/ART, Akta badan hukum, dan data pengurus, serta membayar simpanan pokok  dan simpanan wajib yang besarnya untuk setiap koperasi berbeda, sesuai dengan gradasi jumlah anggotanya. Banyak keuntungan yang ditawarkan dengan menjadi anggota Puskop, diantaranya peningkatan kapasitas anggota melalui pelatihan ketrampilan dan kewirausahaan yang bekerjasama dengan ILO, Micro Finance Ali Akbar dan Koperasi pembiayaan TKI. Selain itu juga ditawarkan untuk penguatan permodalan kopsyah, pungkas Ibu Nur ‘Aini mengakhiri kegiatan turba ini. (nuwi)

Shared Post: