'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
BERBAGAI HARAPAN DALAM PEMBERDAYAAN TERINTEGRASI BAGI TKI PURNA
10 Agustus 2017 19:31 WIB | dibaca 672

Kediri – 10/08/2017 – Berbagai persiapan telah dilakukan oleh Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan ‘Aisyiyah Kabupaten Kediri dalam kegiatan Pemberdayaan Terintegrasi bagi TKI Purna dan Keluarganya yang dijadwalkan selama 6 hari mulai hari ini (Kamis, 10/08/2017) hingga hari Selasa, 15/08/2017 nanti. Mulai dari pendistribusian surat menyurat, persiapan lokasi pelatihan hingga koordinasi dengan para narasumber baik dari dinas terkait maupun mitra industri. Kesiapan semakin mantap saat jam berdentang pada pukul 07.30 WIB dengan kedatangan para peserta pelatihan dan juga tim dari LP3TKI serta PWA Jawa Timur.

Mengawali kegiatan di hari pertama pelatihan, terasa agak canggung bagi para peserta, di mana rata-rata dari mereka belum pernah mengikuti pelatihan secara resmi dari dinas terkait. Namun begitu, mereka tetap terlihat bersemangat, apalagi saat registrasi diberikan beberapa perlengkapan mulai dari buku, alat tulis bahkan diberikan pula seragam kaos dari LP3TKI Surabaya. “Mungkin karena kami memang belum pernah mengikuti kegiatan seperti ini, jadi agak canggung,”ujar Latip, salah satu peserta pelatihan. Suasana berubah nyaman, saat Ibu Sumiati dari ‘Aisyiyah Jawa Timur, mencoba mengajak bercanda dengan beberapa peserta.

Peserta yang direkrut pada pelatihan ini sebagian besar adalah para TKI Purna dengan taraf pendidikan setingkat SMP. Menurut pengakuan mereka, kepergian mereka menjadi TKI ke luar negeri, awalnya bertujuan untuk mencari modal usaha. Namun di saat modal itu telah ada, mereka kebingungan untuk memulai usaha, karena belum memiliki ketrampilan yang menonjol untuk sebuah usaha yang produktif dan kompetitif. Sehingga hasil yang mereka peroleh juga belum bisa mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya. Setelah kepulangan mereka ke Indonesia, modal yang terkumpul tidak banyak, karena terlalu banyak untuk keperluan konsumtif. Oleh karena itu, besar harapan mereka setelah mengikuti pelatihan ini dapat memiliki usaha yang layak.

Hal serupa juga dikatakan oleh Ibu Hj. Kristin Muslimah, Ketua PDA Kabupaten Kediri, bahwa diharapkan hasil akhir pelatihan ini akan dapat membawa kemaslahatan bagi para peserta khususnya dan masyarakat sekitar pada umumnya. ‘Aisyiyah sebagai organisasi Islam, selalu berupaya untuk mengajak masyarakat pada hal-hal yang baik menurut syariat agama Islam menuju kesejahteraan ummat secara hakiki baik di dunia maupun akhirat. “Jangan takut dengan label Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah, karena pada dasarnya kita sesama muslim memiliki pedoman yang sama yakni Al Quran. Hanya mungkin dalam pemahaman yang agak berbeda, namun tujuannya adalah satu, yakni menuju ridlo Allah SWT, “begitu ujar Bu Kristin.

Semua harapan tersebut  ternyata berbanding lurus dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) sebagai pencetus program Pemberdayaan Terintegrasi ini. Seperti yang dituturkan oleh Kepala Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (LP3TKI) Surabaya, Bapak Heppy Mei Ardeni, SE, bahwa tujuan kegiatan ini secara garis besar adalah untuk memberikan peluang bagi TKI Purna dan keluarganya agar lebih produktif dalam memanfaatkan pendapatannya sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Bahkan bila dimungkinkan dapat menciptakan lapangan kerja baru di lingkungannya dan dapat merekrut tenaga kerja di sekitarnya. “Kuncinya adalah disiplin, sungguh-sungguh dan bersemangat. Selama 6 hari ke depan, mulai jam 08.00 – 17.00 WIB, para peserta akan mendapat gemblengan yang kuat, diawali dengan penguatan motivasi usaha dan inspirasi, pengelolaan keuangan, dan melaksanakan praktek usaha Budidaya Jamur dan Pengolahannya. Untuk mencapai keberhasilan dibutuhkan kegigihan,”ujar Bapak Heppy, saat membuka kegiatan ini.

Lebih jelas lagi, juga diuraikan oleh Bapak Johan Marhani, Koordinator Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (P4TKI) Madiun, bahwa program ini sebagai langkah tindak lanjut dari  keinginan Pemerintah melalui program “Indonesia Memanggil” sebagaimana rancangan akan diagendakan secara bertahap oleh Presiden Joko Widodo. Program ini sudah dicanangkan sejak tahun 2015 lalu, dengan target pemanggilan kepada sebanyak 1,8 juta orang TKI-B/WNIO dari berbagai negara di dunia, khususnya dari Malaysia dan Arab Saudi. Langkah ini dilaksanakan secara terintegrasi dengan dinas terkait berdasarkan hasil identifikasi keminatan peserta saat dilakukan verifikasi calon peserta. Harapan pemerintah, dengan memperhatikan keminatan peserta dan kearifan lokal, akan lebih mengena pada sasaran yang diinginkan guna pencapaian target akhir kegiatan ini, yakni meningkatnya kesejahteraan masyarakat. (nuwi)

Shared Post: